Nggak Sengaja Kenal The Offspring - APA SIH?!!!



Saya lagi suka dengerin lagunya The Offspring. Unit punk asal Amerika yang diprakarsai tahun 1984. Sebenarnya belum lama saya mengakrabi musik-musik mereka. Juga, baru dengar beberapa lagunya saja. Tapi, yang bikin The Offspring menarik bagiku, adalah  lagu mereka itu kesannya kayak ngetawain ironi hidup. Ngomongin kenyataan yang nggak enak dengan lirik sederhana, tapi ngena. Setidaknya itu menurutku, ya.

Perkenalanku dengan The Offspring boleh dibilang nggak sengaja. Triggernya dimulai dua tahun lalu. Waktu itu, saya lagi kangen lagu-lagu jaman smp. Salah satunya, ada lagu reggea yang nada dan liriknya begitu membekas di ingatan. Cuma, lagu ini, saya nggak tahu judulnya apa dan siapa musisinya. Yang keingat cuma kata "sopi", yang disebut-sebut dalam lagu tersebut.

Berbekal keyword "lagu reggea sopi", meluncurlah ke kolom pencarian yutub. Video yang muncul paling atas judulnya "Reggea Sophie Scooter Out". Videonya diunggah 8 tahun lalu. Kuasumsikan saat itu, sophie adalah judul lagunya dan Scooter Out nama bandnya. Oke, kudengerin dulu, nostalgia.

Lagu ini nyeritain gadis bernama Sophie. Lirik awal lagunya mendeskripsikan ciri-ciri fisik mbak Sophie. Katanya, Sophie punya mata lentik bagai peri dan bodi molek mulus alami. Agaknya, Kak Sophie ini rajin skincare-an rutin. Mbak Sophie masih kelas dua SMA. Temannya sering manggil dia bunga. Katanya, itu karena pipinya yang merekah juga senyumnya selalu menggoda. Wah, liriknya sungguh estetik, menurutku. 

Bagian reff-nya, diabsen beberapa nama cowok, yang kayaknya, mereka gagal dapetin hatinya mbak Sophie. Gini liriknya, "Sarjono, Sanusi, dipenjara karena Sophie. Arjuna, Suradi, kecewa karena Sophie. Emm, mungkin, mas Sarjono dan Sanusi ini berantem rebutan Sophie. Dan karena perkelahian tersebut, mereka atau salah satunya dijeblosin penjara. Terus kalau kasusnya si Arjuna dan Sanusi, ya mungkin mereka kecewa karena ditolak cintanya.

Berikutnya ada penggalan lirik gini, "Datang pria tajir padanya. Coba tuk dapatkan hatinya. Tapi sophie tak pedulikannya. Pria tajir pun jadi gila". Sebelum denger lirik ini, awalnya kukira mbak Sophie ini cewek yang suka nipu lelaki, yang cuma kepengin hartanya saja. Tapi anggapanku diputarbalikkan. Asumsiku dipatahkan lirik tersebut. 

Mungkin, Mbak Sophie ini yang emang lagi nggak mau pacaran karena fokus sekolah. Cuma ya karena cantiknya nggak ada banding, makanya dia direbutin banyak cowok. Duh, mbak Sophie, cantik itu luka. Gitu mungkin jeritan batinnya. Meski pemaknaan ini belum tentu benar ya. Sebab saya nggak tahu persisnya lagu ini maksud apa. Entah sesuai literalnya, atau barangkali semua lirik cuma metafor belaka.

Bisa jadi, Sophie yang dimaksud dalam lagu ini, itu Sophie Gardeen, tokoh fiktif dalam novel filsafat Dunia Sophie. Terus si Sarjono dan Sanusi, mereka berdua dipenjara karena pemikiran mereka menggoyang status quo pemerintahan. Pemikiran mas Sarjono dan Sanusi dianggap mendegradasi moral anak muda bangsah.

Kalau si Arjuna dan Suradi, katanya kan mereka kecewa karena Sophie. Mungkin, setelah mbak Sophie ngajarin filsafat ke mereka, mas Arjuna dan Suradi jadi kecewa begitu mengetahui gimana cara kerja dunia ini yang disetir oleh segelintir elit global. Sementara si mas-mas tajir yang jadi gila karena nggak dipeduliin Sophie, mungkin itu kaum borjuis, representasi dari filsafatnya Karl Marx. Yang jelas, semua penafsiran ini cuma kesoktauan belaka. Haha. Jangan dianggap benar, oke!
 
Kan jadi melebar ke mana-mana. Balik lagi ke lagu Sophie. Setelah dengerin lagu ini, kutinggalkan komentar di video tersebut, "ini lagu membekas sekali. Cuma nama musisinya kurang familiar", diakhiri emot almost nangis. Setahun kemudian, ternyata ada yang bales komentarku. Sebuah komentar yang bikin kaget, "Plagiat mana mungkin familiar, kan nggak ada karyanya". Hah, plagiat? Saya jadi penasaran!

Menurut buku panduan netizen, jika kamu pengin ngerti kebenaran suatu informasi, kadang, perlu baca-baca kolom komentarnya. Saya praktekkan wejangan tersebut. Scroll-scroll komentar sampai ketemu nama band atau judul lagu yang diplagiat. Kebanyakan komentarnya setipikal. Kayak, "2020 masih dengerin lagu ini, tinggalin jejaknya!". 

Diantara komentar-komentar begitu, ada satu komenan yang menarik, "00:56. Mirip banget lagunya The Offspring The Kids. Saya kaget pas puter lagu The Offspring The Kids. Kaya pernah dengar di lagu rege tapi lupa judul. Kebetulan ada iklan sopi, jadi inget", emot ketawa. "Oke. Mungkin The Offspring nama bandnya dan lagunya berjudul The Kids", pikirku waktu itu.

Nggak perlu lama-lama, langsung Gas! cari The Offspring The Kids. Ketemu. Judul lagunya yang bener "The Kids Arrent Right". Saat itu kupingku langsung khusyu' dengerin intro lagunya. "Nadanya mirip, sih. Beda temponya aja", batinku. Ya wajar kalau temponya beda. Orang dua band ini beda genre. Versinya The Offspring, temponya cepet menghentak, khas lagu-lagu Punk. Sementara versi Scooter Out, temponya sebagaimana genre reggea pada umumnya. Cengcet, cengcet gitu.

Kalau ada yang bilang lagu Sophie tersebut plagiat, menurutku nggak salah juga. Soalnya ya didengar pakai kuping telanjang sekalipun, memang nadanya nyaris plek jiplek. Juga, dari segi format penulisan lirik, agaknya formula yang dipakai hampir serupa. Kedua lagu tersebut sama-sama nyebutin nama beberapa orang. Mungkin pembeda dari liriknya cuma di bagian temanya saja. Jadi, lagu Sophie plagiat ke lagu The Offspring bukan, ya?

Kalau ngomongin plagiat lagu, atau setidaknya katakanlah cuma mirip antara lagu musisi indonesia dengan luar negeri, itu contohnya banyak banget. Sebut beberapa. Misal, Bimbim Jangan Menangis dari Slank. Itu lagunya nyaris persis seperti Fool To Cry-nya Rolling Stones. Lagu Dewa 19 yang judulnya Kirana, disinyalir intronya mirip kayak lagunya Foo Fighters yang berjudul Big Me. Satu lagi, lagu lain dari The Offspring berjudul "Youre Gonna Go Far, Kid", kalau didengar-dengar intronya mirip dikit sama lagunya Saykoji yang judulnya Online.

Iya, iya. Nggak semua yang mirip lantas dibilang plagiat. Boleh jadi beberapa musisi, karena saking ngefans dan sering banget dengerin suatu lagu dari musisi idolanya, itu ketika mereka bikin lagu, secara nggak sadar nadanya jadi mirip. Tapi, terlepas dari lagu Sophie ini plagiat atau bukan, yang pasti, berkat lagu tersebut saya jadi kenal The Offspring. 

Tulisan ini mungkin cukup sekian. Mungkin, di lain tulisan nanti akan lebih diulas secara khusus soal lagunya The Offspring. Mungkin baiknya dimulai dari The Kids Arrent Right. Lagu ini bicara kenyataan pahit, yang mungkin, kamu dan saya pernah ngerasain juga. Seperti apa liriknya? Sekian!