Bekas Luka Masa Kecil Kurt Cobain ~ Makna Lagu Nirvana - Sliver

Kajian Lirik (Kali) - Sub rubrik seputar musik yang mengulik dan mengkaji lirik secara komperhensif sporadis. Artikel ini ditulis base on interpretatif. Nggak menjamin kebenaran, alias sekedar asumsi personal. Sekalipun mungkin sedikit ada benar, tetap, nikmatilah tulisan sebagai hiburan. 

_________________________________________________

Ulasan Lagu Sliver - Nirvana

1990, Nirvana melalui label Sub Pop merilis sebuah single non-album berjudul Sliver. Lagu ini kemudian dirilis ulang dua tahun setelahnya. Tepatnya pada Desember 1992. Di bawah naungan label yang berbeda, DGC Records, lagu Sliver dimasukan ke dalam album Nirvana Incesticide.

Proses Rekaman

11 Juli 1990, TAD, salah satu band yang menaungi label Sub Pop, sedang punya hajat rekaman di Reciprocal Recording, Seattle, Amerika. Disela istirahatnya, mereka ditelpon Kurt Cobain. Kurt meminta kesediaan personil TAD untuk ia datang ke sana dan ikut merekam lagunya Nirvana. 

Singkat cerita, permintaan Kurt mendapat ACC dari personil TAD. Kurt Cobain, Kriss Novoselic serta Dan Peters, datang ke studio tersebut untuk latihan sekaligus merekam lagu. 

Sekilas info, Dan Peters saat itu sebenarnya berstatus sebagai personilnya MudHoney. Namun lantaran band Mudhoney belum punya kejelasan arah bermusik, ia iseng ikut sesi latihan bareng Nirvana. Ia didaulat mengisi kekosongan posisi drum yang sebelumnya diisi oleh Chad Channing.

Instrumen dan lirik lagu Sliver ditulis secara spontan pada latihan tersebut. Merasa yakin dengan jamming season, mereka kemudian coba merekam lagunya. Gebukan drum Dan Petters direkam pertama di hari itu.

Selang beberapa hari, Kurt menimpali instrumen yang sudah jadi dengan vokal paraunya. Serta menyempurnakan lagi dengan tambahan distorsi. Sekalian, rekaman tersebut ia mixing dengan dibantu oleh Jack Endino.

Hasil rekaman lagu Sliver, dirasa cukup memuaskan bagi seorang Kurt Cobain. Menurutnya, rekaman ini terbilang cukup naif. Cuma sekali rekam, musik yang kasar dan mentah, namun sempurna diperdengarkan.

Ia anggap rekaman ini sebuah keajaiban. Dan tak sedikitpun terlintas di pikiran Kurt Cobain untuk merekam ulang. Karena jika direkam ulang, tak ada jaminan hasilnya lebih memuaskan dari rekaman sebelumnya.

Setelahnya, lagu Sliver dirilis melalui label Sub Pop. Kemudian lagu Sliver pertama kali dibawakan live pada 22 September 1990 di Motor Sports International Garage, Seattle. Panggung ini menjadi satu-satunya penampilan Nirvana bersama Dan Petters. 

Video Klip Lagu Sliver

Kita skip ke tahun-tahun setelah posisi Drum diisi oleh Dave Grohl. Setelah Nirvana sukses dengan album Nevermind. Setelah Kurt Cobain menjadi rockstar yang dipuja-puji jutaan umat fanatiknya. Desember 1992, Nirvana merilis album Incesticide. Lagu Sliver, masuk menjadi salah satu lagu andalan album ini. 

Beberapa bulan berikutnya, Maret 1993, Nirvana membuat video musik lagu Sliver. Video tersebut dibikin dalam rangka kepentingan promosi album Incesticide.  Disutradarai oleh Kevin Kerslake, yang mana, ia jugalah yang jadi sutradara pada tiga klip Nirvana sebelumnya, yakni : Come as you are, lithium dan in bloom.

Saat tulisan ini dimuat, video klip Sliver telah ditonton lebih dari 42 juta tayangan di layanan streaming video Youtube. Klip lagu Sliver pada detik pertama menampilkan sosok bayi perempuan yang diketahui merupakan anaknya Kurt Cobain, yakni Mbak Frances Bean Cobain. 

Frances menari mengikuti dentuman irama Bass Novoselic. Frances sebenarnya tidak menari karena kemauan sendiri. Di belakang Frances, tepatnya di balik sebuah karton, terdapat Kurt yang memegangi Frances dan menggerakan tubuh kecilnya untuk menari-nari.

Setelah ritme musik mulai menghentak, barulah frame beralih ke jaming season personil Nirvana di dalam sebuah ruangan. Ruangan tersebut diketahui merupakan garasi milik Kurt Cobain. Garasi yang telah didekorasi dengan aneka poster, mainan, serta artefak yang dikumpulkan beberapa tahun sebelumnya.

Fakta lain klip ini, sebenarnya Dave Grohl tidak ikut membikin rekamannya. Namun karena ia sudah resmi jadi drummernya Nirvana, Dave pun tampil di klip tersebut. Sedangkan Kurt, dalam klip ini ia sekedar nyanyi tanpa main gitar. Kurt Cobain mengenakan sweater bercorak garis merah dan hitam.

Selayaknya penampilan live Nirvana yang sering destruktif, pun akhir video ini begitu. Chaos. Video klip ini berhasil merepresentasikan betapa emosionalnya Kurt Cobain sebagaimana kisah yang ia sajikan dalam lagu Sliver ini.

Tentang Cerita Di Balik Lagu Sliver

Kurt Cobain, dalam menulis lirik lebih sering mengaburkan maknanya. Dia tidak secara konfrontatif mengatakan terus terang perasaannya lewat lagu-lagu Nirvana. Ia lebih senang memakai metafora. Kalau meminjam istilahnya Pak Sapardi, lagu yang ditulis Kurt Cobain itu "bilangnya begini maksudnya begitu". 

Namun, lain hal dengan lagu berjudul Sliver. Bisa dibilang, lagu sliver merupakan lagu Nirvana dengan lirik paling literal. Membaca liriknya, saya bisa dengan mudah mencerna. Meski saya merasa sepertinya lagu ini maknanya nggak sedangkal itu. Ada kedalaman tersendiri jika mau diselami.

Menyinggung soal lirik lagu Sliver, Kurt sendiri bilang bahwa lirik ini ditulis karena ia pengin bikin lagu pop yang paling konyol. Coba eksperimen. Keluar dari zona nyaman. Mengingat gimana kegilaan Nirvana kalau lagi live, agak terkesan konyol juga mereka bikin lagu soal ngambeknya anak kecil. 

Tapi, kesan itu hilang ketika mengkaitkan kejadian masa kecil Kurt dalam lagu Sliver,  dengan depresi yang diderita rockstar ini di kemudian hari. Bukan konyol, melainkan kesan gelap cenderung mendominasi.

Lirik lagu Sliver - Nirvana
Mom and dad went to a show
They dropped me off at grandpa Joe's
I kicked and screamed
Said "Please, don't go!"

Grandma take me home

Had to eat my dinner there
Mashed potatoes and stuff like that
I couldn't chew my meat too good

Grandma take me home

Said "Why don't you stop your crying?"
"Go outside and ride your bike"
That's what I did
I killed my toe

Grandma take me home

After dinner I had ice cream
I fell asleep and watched TV
I woke up in my mother's arms

Grandma take me home
Wanna be alone
Latar Belakang Cerita

Ibu dan Bapaknya Kurt hendak pergi berdua menghadiri sebuah pertunjukan. Entah pertunjukan musik, panggung teater, pameran seni atau mungkin sekedar nonton film di 21. Mereka pengin berduaan sebentar, mungkin nostalgia masa pacaran.

Maka dari itu, mereka menitipkan Kurt Cobain pada kakeknya. Kakek Joe, nama yang tersebut dalam liriknya. Sebagaimana anak kecil pada umumnya, mengetahui bakalan ditinggal keluar sama kedua orang tua, Kurt merasa jengkel. 

Kemungkinan sambil menangis, Kurt merengek meminta jangan ditinggal sendiri di rumah kakeknya. Namun rengekan Kurt tidak dihiraukan. Orang tuanya tetap pergi berkencan. 

Kurt Cobain lalu merengek pada neneknya. Ia minta diantarkan pulang ke rumah. Ia nggak mau di situ, di rumah kakek-nenek. Ia lebih baik sendirian saja di rumahnya sendiri. Tapi ya mana tega seorang nenek membiarkan cucunya sendirian di rumah sementara orang tuanya sedang pergi?

Jadilah Kurt tetap di rumah kakek-neneknya. Dan ini membuat Kurt kecil tak henti-henti menangis. Sang kakek kemudian berinisiatif biar Kurt kecil nggak nangis lagi. Tercetuslah ide, menyuruh Kurt bermain sepeda 

Kurt Cobain mengiyakan. Ia pun dengan senang mengayuh sepedanya. Namun sialnya, ia mengalami kecelakaan. Ia jatuh dari sepeda hingga mengakibatkan ibu jarinya terluka. Dan lagi, Kurt menangis.

Malam harinya, kakek dan nenek menyajikan menu makanan berupa rebusan kentang di meja makan. Kurt yang masih ngambek, tidak bisa menguyah kentang yang teksturnya lembut nian. Atau katakanlah, Kurt yang masih sedih nggak berselera untuk memakannya. 

Neneknya pengertian. Dibelikannya es krim untuk menghibur si kecil yang lagi murung ini. Kurt pun Memakan es krim-nya sembari menonton televisi. Lalu ia ngantuk dan ketiduran. Bangun-bangun, ia sudah berada dalam dekapan ibu.

Sedikit Catatan

Kurt Cobain kecil yang jatuh dari sepeda, pastilah mengakibatkan luka yang kelihatan nyata. Berdarah, dan sakitnya jelas terasa. Tapi, luka tersebut sifatnya short term. Tinggal diobatin pake betadine, sembuh.

Lain hal dengan ditinggal keluar sama orang tuanya. Mungkin, ya, itu menyebabkan trauma dan lukanya lama sembuhnya. Alias, long term. Mungkin. Ya cuma mungkin.